11 Maret, Juz 11

Bismillah.

Hari ini, di malam ke-21 Ramadan. Di Juz 11, Al-Qur’an membeberkan secara gamblang kriteria siapa saja yang berhak jadi penghuni surga. Yang mengejutkan, ternyata pembahasan Juz 11 ini pas banget dengan taklim ba’da tarawih tadi malam di Masjid Baitul Hakim, oleh Ustadz Maulana Muhammad Faisal, Lc. Di sesi akhir beliau memberikan tips amalan-amalan praktis yang aku tulis di bagian bawah.

Di Surat At-Taubah ayat 111, Allah menyebutkan sebuah transaksi bisnis terbesar sepanjang masa: “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” Orang mukmin yang layak ditransaksikan jiwanya dengan surga itu lalu dirinci Allah di ayat berikutnya (At-Taubah: 112). Ada 9 kriteria, semacam “CV” atau portofolio yang harus dimiliki seorang mukmin.

Dan 10 malam terakhir Ramadhan adalah arena training camp paling sempurna untuk mempraktikkan kesembilan kriteria tersebut:

Pertama, At-Ta’ibun (Mereka yang bertaubat). Kriteria pertama ini dibukukan lewat lisan yang basah menyenandungkan doa andalan di 10 malam terakhir: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, maka maafkanlah aku). Kita datang ke masjid di malam-malam ini dengan membawa segunung dosa, memohon untuk dihapuskan.

Kedua & Ketiga, Al-‘Abidun (Yang beribadah) dan Al-Hamidun (Yang memuji Allah). Menghidupkan sepertiga malam dengan qiyamullail, tilawah, dan i’tikaf adalah bentuk penghambaan tertinggi. Di sela-sela kantuk dan lelah, lisan terus memuji-Nya lewat dzikir dan tasbih.

Keempat, As-Sa’ihun (Yang berpuasa/mengembara). Di siang hari menahan lapar dan dahaga, di malam hari jiwa “mengembara” menjauh dari urusan duniawi (qath’ul ‘alaiq seperti yang dibahas kemarin), fokus semata-mata mencari wajah Allah di sudut-sudut masjid.

Kelima & Keenam, Ar-Raki’un dan As-Sajidun (Yang rukuk dan sujud). Kriteria ini dipraktikkan secara fisik lewat puluhan rakaat tarawih dan tahajjud. Melatih fisik untuk ruku’ merendahkan kesombongan, dan sujud meletakkan kening, bagian paling terhormat dari manusia, sejajar dengan tanah tempat kita berpijak.

Enam kriteria pertama ini urusan vertikal, spiritual, yang digembleng Ramadhan di dalam masjid. Tapi “CV” belum lengkap tanpa tiga kriteria terakhir yang sifatnya horizontal, sosial dan komitmen:

Ketujuh & Kedelapan, Al-Amiruna bil-ma’ruf (Menyuruh kebaikan) dan An-Nahuna ‘anil-munkar (Mencegah kemungkaran). Orang yang sukses i’tikafnya tidak menjadi saleh sendirian. Begitu keluar dari masjid, ia jadi agen kebaikan di masyarakat, menunaikan infak, zakat, berbagi THR, memberi makan tetangga, dan mencegah keburukan di sekitarnya.

Kesembilan, Al-Hafizhuna li-hududillah (Menjaga batas-batas hukum Allah). Inilah puncaknya, istiqamah. Ibadah tidak berhenti saat takbir Idul Fitri berkumandang. Kriteria terakhir ini menuntut kita tetap disiplin menjaga hukum-hukum Allah di 11 bulan berikutnya.

Ayat 112 ini ditutup dengan kalimat indah yang menggetarkan hati: “Wa basysyiril mu’minin” (Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman).

Ustadz Maulana Muhammad Faisal, Lc. MA memberikan panduan praktis yang sangat jitu untuk mengubah “CV” di atas jadi amalan nyata di 10 hari terakhir ini.

Beliau mengingatkan bahwa Lailatul Qadar (yang senilai 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan) adalah hadiah khusus “kompensasi umur” dari Allah untuk umat Nabi Muhammad yang umurnya pendek-pendek.

Untuk memastikan kita “lulus” seleksi CV surga dan meraih hadiah itu, beliau membagikan 6 langkah amalan praktis harian:

  • Pastikan Shalat Isya, Tarawih, dan Subuh berjamaah (Memenuhi kriteria Raki’un & Sajidun, sekaligus mendapat pahala shalat semalam suntuk).
  • Rutinkan dzikir minimal 100 kali: Subhanallah walhamdulillah walailahaillallahu akbar (Memenuhi kriteria Al-Hamidun). Lantunkan Shalawat Nabi minimal 100 kali.
  • Ucapkan doa andalan Lailatul Qadar minimal 100 kali: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Memenuhi kriteria At-Ta’ibun).
  • Rutinkan bersedekah semampunya setiap malam (Memenuhi kriteria pilar Infak).
  • Jangan tinggalkan tilawah Al-Qur’an walau hanya satu lembar (Memenuhi pilar Al-Qur’an).

Di sisa malam-malam Ramadhan ini, semoga aku dimampukan melengkapi 9 kriteria tersebut lewat amalan-amalan praktis di atas. Diberi kemudahan menyodorkan “CV” terbaikku ke hadapan Allah, dan kelak layak mendengar kabar gembira berupa surga-Nya. Amiin.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News