6 Januari — Juz 6
Banyak orang, termasuk aku, mungkin tidak lagi diuji dengan hal-hal besar. Pak Prabowo, sang Presiden, pastilah selalu diuji dengan hal-hal besar.
Tapi, aku justru diuji dengan hal-hal kecil. Sebagai buruh kantoran, aku diuji dengan datang ke kantor terlambat, makan siang kelamaan, mencuri-curi waktu kerja untuk pribadi, menunda tanggung jawab, bilang OTW, padahal masih di meja, pamit wfh padahal nyuci motor, oh oh.
Aku jujur pada diri sendiri, sebagian pernah aku lakukan, dan hanya pakai “alasan” sebagai pembenaran.
Tapi anehnya, itu kok terasa biasa aja. Karena semua orang melakukannya. Atau karena tidak ada yang langsung menegur. Atau juga karena dampaknya tidak kelihatan hari itu juga.
Di Juz 6, Allah justru bicara soal kejujuran dan keadilan di titik-titik seperti ini.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ
(QS An-Nisa: 135)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri.”
Ayat ini tidak bicara soal pengadilan besar. Ayat ini bicara soal keberanian bersaksi atas diri sendiri.
Mengakui perbuatan salah walau kecil. Mengakui perbuatan tidak adil walau banyak orang melakukannya.
Di fase hidup saya, iman tidak lagi diuji pada idealisme, tapi pada integritas.
Bukan soal tahu mana yang benar atau salah, tapi soal kemauan melakukan hal benar saat tidak menguntungkan.
Bisakah aku tetap berbuat jujur walau tidak ada yang melihat? Tetap menjaga amanah walau bisa lolos? Dan tetap mau konsisten walau ada celah?
Allah lanjutkan dalam juz sebelumnya:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
(QS An-Nisa: 58)
Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya.
Amanah itu bukan cuma uang dan jabatan. Karena waktu, komitmen, dan kepercayaan juga amanah.
Hari ini aku kembali mengingatkan diriku, bahwa iman yang matang tidak ditunjukan dengan rajin shalat berjamaah, tapi tampak jelas di jam kerja, pada janji yang ditepati dan pada waktu yang dijaga.
Begitulah ayat di Juz 6 mengingatkan kita.
Aku mohon ampun kepada-Mu, Ya Ghofur.
Bismillah, Pelan-pelan harus aku benahi.

