7 Januari — Juz 7
Juz 7 masih berada di Surat Al-Maidah, surat ke-5 dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat awalnya dimulai di Juz 6, dan berlanjut panjang hingga akhir surat di Juz 7.
Al-Maidah artinya hidangan.
Nama surat ini diambil dari kisah Nabi Isa dan para pengikutnya yang meminta hidangan dari langit. Allah mengabulkan permintaan itu. Tapi bersamaan dengan nikmat, Allah juga menurunkan peringatan keras: setelah nikmat datang, pengingkaran tidak lagi bisa ditoleransi. Kisah ini ada di QS Al-Maidah ayat 112–115.
Aku lihat sungguh banyak hidangan dari langit yang sudah dikaruniakan Allah SWT kepadaku, anak istriku, rumah, harta, sampai dengan kesehatan, pekerjaan, kenyamanan. MasyaAllah, syukr alhamdulillah.
Dengan semua di atas, apakah iman bertambah, ketakwaan terwujud? atau justru mulai dijadikan alasan?
Pekerjaan sibuk, alasan tidak jamaah ke masjid. Rumah nyaman, alasan tidak mau melihat kondisi sekitar. Mobil senyap, alasan tidak melihat si papa. Astaghfirullah.
Al-Maidah mengajarkan kalau nikmat selalu datang bersama amanah. Seperti kata Paman Ben, pamannya Peter Parker si Spiderman, with great power, comes great responsibility.
Semoga dalam setiap hidangan yg kunikmati dari Engkau ya Allah, bukan hanya syukur pada Mu, namun juga dapat aku jadikan energi untuk meningkatkan ketakwaanku pada Mu, insyaAllah.

