21 Januari, Juz 21

Ada Surat Bangsa Romawi (Ar-Rum).

Kenapa Al-Qur’an membahas bangsa Romawi?

Karena pada sekitar tahun 614–615 M, Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) mengalami kekalahan telak dari Kekaisaran Persia (Sassanid). Wilayah penting seperti Syam dan Yerusalem jatuh ke tangan Persia. Kekalahan ini sangat memukul Romawi, sampai-sampai banyak orang mengira mereka tidak akan bangkit lagi.

Kaum Quraisy yang penyembah berhala bersorak sorai.
Bagi mereka, ini bukan sekadar perang geopolitik, tapi pembenaran ideologis.

Persia adalah penyembah api dan berhala.
Romawi adalah Ahlul Kitab.

Maka orang-orang Quraisy mencibir Nabi Muhammad dan para sahabatnya: “Lihat kan? Penyembah berhala mengalahkan Ahlul Kitab.
Agama kalian itu lemah.
Kami lebih dekat dengan Persia, dan kami menang.”

Dan Allah menurunkan jawaban-Nya.

غُلِبَتِ الرُّومُ ۝ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ ۝ فِي بِضْعِ سِنِينَ

“Bangsa Romawi telah dikalahkan.
Di negeri yang terdekat.
Dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang kembali.
Dalam beberapa tahun.”
(QS Ar-Rum: 2–4)

Mungkin kaum Quraisy berpikir, siapa pula Muhammad yang berani meramal sejarah?

Karena Romawi benar-benar hancur.
Dan Al-Qur’an menyebut rentang waktu bid‘ sinin, itu periode ramalan tiga sampai sembilan tahun.

Dan sejarah mencatat, sekitar tahun 622–627 M, Romawi benar-benar bangkit dan mengalahkan Persia secara menentukan. Tepat dalam rentang waktu yang disebut Al-Qur’an. Dan pada kurun tersebut, juga terjadi kemenangan muslimin, yaitu 622M hijrah ke Yatsrib, dan 624 kemenangan Badar.

Kaum Quraisy terdiam.

Namun Surat Ar-Rum hakikatnya bukan hanya tentang janji sejarah namun juga mengajarkan sesuatu yang jauh lebih dalam.

Bahwa:

kekalahan tidak selalu berarti akhir,

kemenangan tidak selalu datang cepat,

dan kebenaran seringkali berjalan pelan, tapi pasti.

Surat Ar-Rum mencakup beberapa tema besar:

1. Sunnatullah dalam sejarah: kekuasaan berputar, tidak mutlak di satu tangan (termasuk di negara kita).

Lihatlah ayat 9: “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan bagaimana akibat orang-orang sebelum mereka?” Bahwa sejarah punya siklusnya sendiri. Kebatilan bisa unggul sementara, tapi akhirnya hancur oleh sunnatullah.

2. Tanda-tanda kekuasaan Allah di alam raya:

Ayat 20: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah…”
Ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri…”
Ayat 24: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan…”
Semua itu adalah ayat kauniyah untuk membuktikan: jika alam begitu teratur dan dipulihkan (siang-malam, hidup-mati), maka sejarah manusia juga ada polanya: kehancuran, pemulihan, kemenangan, kebenaran.

3. Hubungan iman dan realitas dunia:

Ayat 5-6: “…dan pada hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah… Itulah janji Allah…” Orang beriman boleh sedih saat kalah, tapi tidak boleh putus asa. Optimisme adalah kewajiban imani.

4. Peringatan agar tidak tertipu dunia:

Ayat 7: “Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” Kemenangan duniawi tidak identik dengan kebenaran. Ada yang tampak menang di dunia, tapi sebenarnya kalah.

5. Seruan kembali kepada fitrah:

Ayat 30: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah…” Di tengah pusaran politik dunia, hakikat agama adalah pengakuan fitrah manusia terhadap Penciptanya. Kemenangan hakiki adalah kembalinya manusia kepada fitrah, bukan sekadar kemenangan militer.

Surat Ar-Rum menegaskan: yang Allah janjikan bukan sekadar siapa menang perang,
tapi siapa yang sabar menjaga iman di masa kalah.

Dan bagi Nabi Muhammad yang saat itu juga berada di posisi lemah di Makkah, surat ini adalah penguat: sebagaimana Romawi akan bangkit, maka kebenaran yang Nabi bawa pun akan menang, meski hari itu belum terlihat.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News