8 Maret, Juz 8
Bismillah.
Di Juz 8 hari ini aku berhenti cukup lama di Al-An’am ayat 151-153. Tiga ayat saja, tapi isinya ternyata rangkuman moral yang oleh para ulama sering disebut Sepuluh Wasiat Al-Qur’an.
Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada manusia:
“Katakanlah: Marilah, aku bacakan apa yang diharamkan Tuhanmu atas kalian.”
Lalu disebutkan sepuluh prinsip kehidupan: (1) jangan menyekutukan Allah, (2) berbuat baik kepada orang tua, (3) jangan membunuh anak karena takut miskin, (4) jauhi perbuatan keji, (5) jangan membunuh jiwa tanpa hak, (6) jangan memakan harta anak yatim secara zalim, (7) sempurnakan takaran dan timbangan, (8) berlaku adil dalam ucapan, (9) penuhi janji kepada Allah, dan (10) ikuti jalan-Nya yang lurus.
Yang menarik, urutan ini kelihatannya tidak asal susun. Dimulai dari fondasi paling dasar, hubungan manusia dengan Allah lewat tauhid, lalu langsung ke keluarga lewat perintah berbakti kepada orang tua. Dari keluarga baru bergeser ke perlindungan kehidupan manusia lewat larangan membunuh dan menjauhi perbuatan keji. Setelah itu baru masuk ke wilayah sosial: menjaga harta anak yatim, kejujuran dalam timbangan, keadilan dalam ucapan, menepati janji. Semuanya bermuara pada satu hal besar, mengikuti jalan Allah yang lurus.
Setelah tiga ayat ini, Allah langsung menyebut kisah Musa di Al-An’am ayat 154. Ayat ini menjelaskan Allah juga pernah memberikan kitab kepada Musa sebagai petunjuk bagi manusia. Para ulama bilang sepuluh wasiat ini dulu juga dipesankan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, dan bisa dilacak jejaknya di kitab suci umat Kristiani sebagai The Ten Commandments.
Jadi sejak dulu para nabi sebenarnya membawa pesan yang sama: membangun manusia yang bertauhid, menjaga kehidupan, berlaku adil, dan berjalan di jalan yang lurus.
Ramadhan ini rasanya kesempatan bagus untuk melatih semua prinsip itu. Puasa bukan cuma menahan lapar dan dahaga, tapi juga melatih menahan amarah, menjaga lisan, mengendalikan hawa nafsu, dan memperkuat empati kepada sesama.
Kalau setelah Ramadhan aku jadi lebih jujur, lebih lembut kepada orang tua, lebih menjaga ucapan, dan lebih berhati-hati dalam bertindak, mudah-mudahan itu tanda puasaku sedang membimbing ke jalan lurus yang disebut dalam ayat ini.
Semoga Ramadhan ini jadi momentum buatku untuk menghidupkan kembali sepuluh prinsip dasar yang sudah diajarkan Allah sejak zaman para nabi.
Wallahu a’lam.
