15 Februari, Juz 15.
Ada momen aneh tapi indah: ketika kita baru menyusun rencana, lalu Al-Qur’an seperti langsung memberi stempel “approved”.
Baru saja kemarin merumuskan persiapan (Tarhib) Ramadhan ala UAH: Shalat, Al-Qur’an, dan Infak. Lalu tadi pagi, tepat setelah shalat Subuh, aku membuka lembar pertama Juz 15 dan langsung disambut oleh ayat yang sangat megah: “Subhanalladzi asra bi’abdihi lailan…” (Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam…).
Itu adalah pembukaan Surat Al-Isra’, surat yang mengabadikan momen Isra’ Mi’raj untuk menjemput satu perintah paling agung: Shalat.
Bergeser ke ayat 79, Allah berfirman: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu…”
Ini relate dengan tarawih, qiyamullail, dan bangun sahur di Ramadhan.
Lebih lanjut lagi, di ayat 82, Allah menegaskan fungsi utama kitab ini: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat/syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”
Kalau kemarin di Surat Lebah Allah menyebut madu sebagai obat bagi fisik, hari ini Al-Qur’an ditegaskan sebagai obat bagi hati.
Interaksiku dengan Al-Quran jadi semakin terasa impactnya, karena membacanya akan dapat kesembuhan; mengobati stres, emosi, dan insecure yang menumpuk.
Belum selesai rasa takjubku menemukan ayat-ayat di atas, Surat Al-Isra’ rupanya memberikan paket komplet. Fokus amalanku yang ketiga; infak, ternyata juga ada panduannya di sini.
Di ayat 26, Allah berfirman: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan…” Luar biasa.
Lalu di ayat 29, Allah menambahkan keseimbangannya: jangan pelit, tapi jangan juga terlalu boros. Proporsional.
Membaca Juz 15 hari ini membuatku merinding: Quran adalah jawaban.
Tiga fokus amalan (Shalat, Qur’an, Infak) yang baru kemarin kususun, hari ini dijawab lunas oleh Al-Qur’an beserta “cara mainnya”. Semuanya lengkap di satu tempat.
Aku semakin yakin, dengan blueprint sejelas ini, Ramadhan kali ini harus benar-benar berbeda. Bismillah.
Wallahu a’lam.
