Tanggal 16, Juz 16
Sisa Surat Al-Kahfi dan masuk ke Surat Maryam.
Namun izinkan aku kembali ke satu ayat di Surat Al-Kahfi, kembali ke Juz 15.
Allah berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
(QS Al-Kahfi: 46)
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”
Hari ini aku kembali diingatkan untuk bersiap-siap menghadapi kematian. Ya, sebuah hari yang pasti akan datang kepadaku juga.
Aku mendekap kakak iparku, mengantarkannya ke dalam lahat.
Allahu’ghfir lahu, wa’afihi, wa’fu ‘anhu.
Tidak ada yang benar-benar bisa dibawa. Anak dan harta atau yang lainnya, tidak ada. Hanya kain kafan yang aku lepas ikatannya
Anakku,
“Suatu hari ayah pun akan seperti itu,” kataku pelan. Tidak untuk menakuti, tapi untuk menyiapkan. Menangislah, itu manusiawi kok. Tapi kita siapkan bersama ya. Dengan amal yang baik, amal yang kekal dan amal yang sholeh.
Kuatkan kami Ya Allah, mampukan kami Ya Wahab.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
