Kekuatan Tanpa Hikmah Hanya Mempercepat Kehancuran

Tanggal 26 Desember — Juz 26
Juz 26 terdiri dari:
QS Al-Ahqaf
QS Muhammad
QS Al-Fath
QS Al-Hujurat

Sore tadi ngobrol dengan seorang kawan, ahli hukum, dosen, tentang MBG.
Nada bicaranya bukan sekadar kritis, tapi sudah geram.

Seolah ada pola kebijakan: yang penting anggaran cair, soal kesiapan, dampak, dan akal sehat belakangan.

Dikaitkan dgn QS Al-Ahqaf ayat 26.

وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِن مَّكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْـِٔدَةً فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْـِٔدَتُهُم مِّن شَىْءٍ إِذْ كَانُوا۟ يَجْحَدُونَ بِـَٔايَـٰتِ ٱللَّهِ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Terjemah:
Sungguh Kami telah memberi mereka kekuatan yang tidak Kami berikan kepadamu; Kami beri mereka pendengaran, penglihatan, dan hati. Tetapi semua itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah…

Makna langsung ayat ini:
Kaum ‘Ād memiliki kekuatan, kapasitas, dan infrastruktur. Mungkin rezim Prabowo juga merasa punya kekuatan.

Namun kebenaran tidak otomatis lahir dari kekuatan
Ketika kekuatan dipakai untuk menolak, mengingkari, dan meremehkan, ia justru menjadi sebab kehancuran.

Ini kritik Al-Qur’an terhadap logika: “kami kuat, maka kami benar.”

Ayat ini terasa relevan bukan karena kita ingin menghakimi,
tetapi karena Al-Qur’an memang mengajarkan:
kekuatan tanpa hikmah dan adab hanya akan mempercepat kerusakan.

Semoga ada yang mengingatkan Pak Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News