27 Desember — Juz 27
Di Juz 27 ada Surat Ar-Rahman.
Dan hampir semua dari kita langsung teringat ayat:
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Jreng… jreng
Ayat ini sering kita jadikan self question, pengingat untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT.
Terutama buat kita yang sudah 50 an, yang hidupnya sudah panjang, ceritanya sudah banyak, dan… lupanya juga mulai sering.
Dari Surat Ar-Rahman, saya mau ambil dua hal saja.
1. Pengulangan itu bukan pengulangan biasa
Ayat di atas diulang 31 kali.
Bukan karena kehabisan kata, tapi karena setiap pengulangan datang dengan konteks yang berbeda: Ada ttg nikmat penciptaan, keseimbangan alam, rezeki dunia, kekuasaan dan kefanaan, peringatan akhirat, hingga balasan surga.
Artinya, Allah tidak sekadar mengulang, tapi menguatkan dari banyak sisi kehidupan.
Seolah Allah bertanya berkali-kali:
“Di bagian hidup yang mana kamu sedang lupa bersyukur?”
2. Tentang kita yang mulai “tuwir” dan rawan lupa
Jujur saja.
Di usia ini, kita mudah lupa nama orang, salah sebut, kebolak-balik hafalan, kadang hafal ayat, tapi lompat urutannya
Menariknya, Ar-Rahman justru salah satu surat yang sering bikin kebolak-balik bagi yang baru menghafal.
Beda dengan anak-anak kita atau kita yang hafal sejak kecil.
Tapi jangan salah.
Al-Qur’an itu selalu mudah dihafal.
Kesulitannya bukan karena ayatnya,
tapi karena kita sedang dilatih untuk hadir penuh, tidak lagi sekedar mengutip penggalan ayat tapi memahami semua surat dan hikmah dengan kesadaran.
Selain mengingatkan kita untuk bersyukur,
Surat Ar-Rahman kalau kita hafalin juga bisa jadi latihan otak dan hati.
Melatih kita punya elephant memory (ingatan yang kuat), melawan kebiasaan sering lupa dan insyaAllah, ikhtiar kecil agar terhindar dari kepikunan dan demensia di usia lanjut.
Jadi komplit kan. Ada ibadah, ikhtiar, dzikir, latihan memori.
Buat yang belum hafal Ar-Rahman (termasuk aku), gimana kalau Januari 2026 kita bikin resolusi mulai hafalin bareng, masing-masing?
Kalau sudah selesai,
ketemuan yuk, makan-makan, buat ngerayain
bukan cuma hafalannya,
tapi juga nikmat umur, kesehatan, dan kesempatan yang Allah masih titipkan ke kita dan persahabatan kita.
InsyaAllah.
