20 Januari, Juz 20
Kisah Nabi Musa yang paling lengkap ada di juz ini, Surat Al-Qasas (Kisah-kisah)

Selama kurang lebih 13 tahun di Makkah, Nabi tidak hanya ditolak, tetapi juga dipatahkan secara perlahan. Dihina, dituduh gila, penyair, pemecah belah keluarga. Hingga akhirnya terjadi boikot terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib, yang membuat mereka terisolasi dan menderita.

Walau pada akhirnya Nabi berhijrah, hijrah itu datang setelah bertahun-tahun penindasan mental dan emosional. Maka wajar jika kita bertanya, dari mana kekuatan Nabi bertahan selama itu?

Salah satu jawabannya adalah penghiburan dan penguatan langsung dari Allah.
Turunnya Surat Yusuf di masa ‘Aamul Huzn.
Peristiwa Isra Mi’raj sebagai undangan langsung dari Allah.
Dan Surat Al-Furqan yang membedakan antara kemuliaan sejati dan kesombongan semu.

Di Juz 20, Allah kembali menurunkan satu kisah besar sebagai penguat jiwa Nabi, yaitu kisah Nabi Musa dalam Surat Al-Qasas.

Ada juga riwayat yang menyampaikan bahwa Surat ini adalah jawaban Allah atas pertanyaan orang-orang Quraisy tentang nabi Musa. Mereka ingin menguji Nabi, apa benar Nabi mengetahui kisah viral di kalangan Yahudi. Allah menjawabnya.

Karena kisah Nabi Musa memiliki banyak kesamaan dengan kondisi Nabi Muhammad di Makkah.

Sama-sama berhadapan dengan penguasa zalim.
Sama-sama menghadapi kaum yang menolak kebenaran.
Sama-sama berada dalam posisi lemah secara duniawi.
Dan sama-sama membawa risalah tauhid di tengah masyarakat yang arogan.

Dalam Al-Qasas, Allah tidak hanya menceritakan kemenangan Musa, tapi menampilkan proses panjang sebelum kemenangan itu terjadi.

Nabi Musa tidak langsung menjadi rasul yang kuat.
Ia lahir dalam ancaman pembunuhan massal.
Diselamatkan dengan cara yang tidak masuk akal.
Dibesarkan di istana musuhnya sendiri.
Lalu terusir, menjadi buronan, hidup sebagai penggembala di negeri asing.

Mirip dengan kondisi Nabi Muhammad.

Musa juga melalui jalan yang berat.
Dan sebagaimana Allah menjaga Musa sejak bayi,
Allah juga menjaga Nabi sejak awal.

Al-Qasas adalah kisah tentang rencana Allah yang berjalan diam-diam,
tentang pertolongan yang tidak selalu datang cepat,
dan tentang kemenangan yang didahului oleh kesabaran panjang.

Bagi Nabi Muhammad, kisah ini adalah penguat.
Bahwa penindasan bukan bukan tanda ditinggalkan.

Dan bahwa
Dan bagi kita hari ini, Al-Qasas menjadi pengingat, bahwa hidup yang terasa berbelok, tersesat, atau tidak sesuai rencana, bisa jadi justru sedang diarahkan ke titik yang lebih besar.

Allah tidak selalu mengubah keadaan dengan cepat.
Tapi Allah selalu mempersiapkan kita sebelum mengubah keadaan.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News