4 Januari – Juz 4
Hari ini ulang tahun putriku yang ke-17.
Usia yang indah. Kamu bukan lagi anak kecil, tapi belum sepenuhnya dewasa ya. Ini adalah usia kamu banyak bertanya, mencari, dan mulai mengambil keputusan sendiri. Ini usia ketika akal tumbuh cepat, tapi hati masih perlu dituntun pelan-pelan. That’s why Ayah Bunda tambah dekat nemanin kamu.
Di Juz 4, di akhir Surat Ali ‘Imran Ayah ingat ayat tentang ulul albab.
Allah berfirman:
> إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
(QS Ali ‘Imran: 190–191)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi.”
Allah tidak menyebut mereka sebagai orang paling pintar. Bukan juga paling keras ibadahnya. Tapi orang yang akal dan hatinya berjalan bersama.
Ayah Bunda selalu mengingatkanmu sebagai anak sholehah. Kenapa?
Sholehah bukan berarti sempurna. Bukan berarti tidak pernah salah. Tapi sholehah berarti selalu bertumbuh ke arah yang benar.
Sholihah itu menjaga yang tayyib dalam hidupnya. Tayyib sederhananya kamu menjaga agar selalu sehat dan kuat. Sholihah itu berusaha menghadirkan khair. Khair itu akhlak baik yang kamu praktekan dan memberi manfaat untuk sekitar, sahabatmu, dan keluargamu. Sholihah juga belajar hidup dalam ma’ruf, kebaikan yang kamu lakukan dan memberi dampak buat sekitarmu. Jadi teladan buat adik-kakak dan teman-temanmu. Dan pelan-pelan, semoga Allah tuntun menuju ihsan. Sayangku, ihsan itu ketika kamu berbuat baik bukan karena hanya kewajiban, tapi karena kamu sadar kalau Allah SWT selalu melihatmu. Itulah setinggi-tinggi derajad amal.
InsyaAllah ketika kita, termasuk Ayah Bunda ya, menghayati dengan mengamalkan amalan orang sholeh dan sholehah seperti di atas, kita akan digolongkan menjadi Ulul albab. Orang berakal yang tau core dari akal itu sendiri sesuai petunjuk Allah SWT.
Itu semua bukan tujuan instan ya, Nak. Itu journey seumur hidup.
Oiya, menjadi Ulul Albab, artinya kamu mempertahankan curiosity-mu terkait alam semesta ini dan mencari tahu. Ini sesuai dengan cita-citamu menjadi sesorang yang bermanfaat dengan profesi dambaanmu.
Nak, di usia 17 ini, ayah tidak berharap kamu selalu benar. Ayah hanya berharap kamu mau berpikir, mau bertanya, dan mau kembali kepada Allah saat ragu.
Karena orang berakal bukan yang tak pernah jatuh, tapi yang tahu ke mana harus bangkit.
Semoga Allah menjagamu. Menjernihkan akalmu. Melembutkan hatimu. Dan menuntun langkahmu.
Selamat ulang tahun, anak sholehah. Bismillah, terus bertumbuh

