20 Februari, Juz 20.

Semalam, aku melihat istriku berjuang keras untuk menggolkan target selesai satu juz. Kebetulan dia sampai di Juz 30 dari rentetan tadarusnya sejak sebelum Ramadhan. Aku perhatikan dari jauh; kadang dia mengantuk, berhenti sejenak, bercanda dengan si bungsu, lalu mulai mengaji lagi, berhenti lagi untuk cari cemilan, dan akhirnya tuntas juga. Alhamdulillah. Pantesan setelah itu langsung tidur pulas, 馃檨

Maklum, menjadi istri dan ibu di zaman sekarang perannya lebih dari ganda, multi-peran.

Baru saja aku mengetik tulisan di atas, Bunda nelpon, dan dari jauh bilang sudah selesai Juz 1. MasyaAllah, hebat! Padahal tadi habis Subuh aku dengar masih di ayat tentang perintah sujud ke Nabi Adam di Surat Al-Baqarah. Lanjutnya di telpon, seperti biasa, minta dibelikan kelapa muda buat buka puasa nanti. 馃榾

Ramadhan memang Syahrul Qur’an (bulannya Al-Qur’an). Pasti di sana-sini setiap orang berusaha untuk membaca lebih banyak dari bulan biasa. Ada yang sanggup ngebut, ada yang tersendat-sendat, tapi insyaAllah semua berpahala.

Di Juz 20 ini, Allah justru memberikan apresiasi dan jawaban mengapa Al-Qur’an itu harus dibaca terus-menerus, meski sedikit demi sedikit di sela kesibukan.

Aku ingin mengambil hikmah dari beberapa ayat di Juz 20 ini, lengkap dengan melihat siyaqul ayat (konteks penempatannya) agar kita paham betapa indahnya susunan Al-Qur’an.

Namun sebelumnya, perlu diketahui bahwa Juz 20 terdiri dari akhir Surat An-Naml, utuh satu Surat Al-Qashash, dan awal Surat Al-‘Ankabut. Khusus Surat Al-Qashash, ini adalah surat yang mengisahkan perjalanan hidup Nabi Musa dengan sangat detail dan dramatis dibandingkan kisah di surat-surat lain.

Mari kita bedah 3 hikmahnya:

  1. Mengapa Harus “Dicicil” Tiap Hari? (Al-Qashash: 51) Sering kali kita merasa bersalah kalau cuma bisa baca selembar-dua lembar sehari. Tapi perhatikan firman Allah di Surat Al-Qashash ayat 51 ini: “Wa laqad washshalnaa lahumul-qawla la’allahum yatadzakkaruun.” (Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan/Al-Qur’an ini kepada mereka secara berkesinambungan, agar mereka mendapat pelajaran).

  • Siyaqul Ayat: Jika kita melihat ayat sebelum dan sesudahnya, ayat ini diturunkan di tengah-tengah pembahasan tentang keras kepalanya orang musyrik Mekah yang meminta mukjizat fisik seperti tongkat Nabi Musa. Jawaban Allah sangat elegan: Tidak perlu mukjizat fisik, Aku sudah menurunkan Al-Qur’an secara “washshalnaa” (bersambung/berkesinambungan) sebagai mukjizat terbesar.

Bukankah mukjizat itu diturunkan sesuai tren zaman? Tongkat menjadi ular di zaman Nabi Musa karena tren sihir, mukjizat penyembuhan oleh Nabi Isa karena tren pengobatan, dan di zaman Nabi Muhammad trennya adalah kepiawaian para penyair. Maka, Al-Qur’an diturunkan dengan keindahan bahasa yang tak tertandingi, dan dicicil berangsur-angsur agar meresap ke dalam hati.

Kata “washshalnaa” adalah kunci. Allah tahu kapasitas manusia. Kita itu gampang lupa, gampang down, dan gampang emosi. Makanya, “vitamin” Al-Qur’an itu tidak diturunkan sekaligus bruk dalam satu hari, tapi dicicil sedikit demi sedikit.

  1. Senjata Utama Menghadapi Ujian (Al-‘Ankabut: 45) Di penghujung Juz 20, Allah memberikan instruksi yang menggabungkan dua amalan utama Ramadhan kita: “Utlu maa uuhiya ilaika minal kitaabi wa aqimish-shalaah…” (Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab/Al-Qur’an, dan dirikanlah shalat…)

  • Siyaqul Ayat: Kenapa tiba-tiba ada perintah membaca Al-Qur’an dan Shalat di sini? Karena dari awal Surat Al-‘Ankabut (Ayat 2-3), Allah sudah memperingatkan: “Apakah manusia mengira mereka dibiarkan mengatakan ‘Kami beriman’ tanpa diuji?” Surat ini full membahas tentang beratnya ujian keimanan. Lalu di ayat 45 inilah Allah memberikan “Pelampung Penyelamat”-nya, yaitu: Qur’an dan Shalat.

Menariknya, perintah “Membaca Al-Qur’an” diletakkan mendahului “Mendirikan Shalat”. Mengapa? Karena Al-Qur’an adalah input (sumber ilmu dan hidayah) agar shalat kita benar. Karena menjalankan shalat juga perlu ilmunya dan perlu hidayah. Shalat itu sangat istimewa; bukan hanya gerakan fisik, ia adalah koneksi. Menyambungkan sinyal koneksi itu tidak mudah. Di bulan puasa ini, ujian kesabaran pasti meningkat tajam. Membaca Al-Qur’an adalah asupan ilmu agar kita tahu shalat itu bagaimana tata caranya, kapan saja waktunya, dan apa makna spiritual di balik setiap gerakannya. Dengan shalat yang khusyu, insyaAllah ujian kesabaran lebih mudah diatasi, ingat seperti ibadurrahman yang kita bahas kemarin.

  1. Visi Hidup (An-Naml: 92) Di akhir Surat An-Naml, Allah menegaskan salah satu tugas utama kita sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW: “…Wa an atluwal-Qur’aan…” (…dan agar aku senantiasa membacakan Al-Qur’an).

  • Siyaqul Ayat: Ayat ini diposisikan tepat setelah Allah menceritakan tentang kehancuran kaum-kaum terdahulu yang menolak kebenaran, dan sebelum ayat penutup yang menyinggung tentang keajaiban penciptaan alam semesta (ayat 93). Artinya, membaca Al-Qur’an adalah jalan tengah (penyelamat) agar kita tidak hancur seperti kaum terdahulu, sekaligus panduan untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Seperti poin sebelumnya, Al-Qur’an itu sejatinya adalah kumpulan ilmu dan hikmah.

Tugas kita bukan sekadar mengumpulkan harta (seperti Qarun yang juga dikisahkan kesombongannya di Juz 20 ini), tapi memastikan rumah kita selalu bergema dengan lantunan Al-Qur’an. Barangsiapa yang mendapat hidayah dari bacaan itu, manfaatnya akan kembali untuk dirinya dan keluarganya sendiri.

Take away hari ini: Teruntuk siapa pun yang hari ini merasa “ngos-ngosan” mengejar target tilawah karena tumpukan pekerjaan atau kerewelan anak: Tidak apa-apa. Jangan berhenti. Mari kita terus membaca walau hanya beberapa ayat di sela-sela macet atau saat anak tidur. Allah tidak hanya melihat jumlah khatamnya, tapi Allah melihat “washshalnaa”-nya: seberapa gigih kita menjaga kesinambungan sambungan hati kita kepada-Nya.

Semangat untuk. istriku, selamat menikmati kelapa muda nanti sore, dan semangat untuk kita semua.

Baru saja mau selesai tulisan ini, ada notifikasi kelapa muda sudah di pick up.

Bismillah. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News