Tanggal 12 Januari, di Juz 12 ada Surat Yusuf.
Nabi Yusuf sering disebut sebagai manusia paling mempesona sedunia. Rupawan, berakhlak, keteguhan hati teruji, dan cara beliau menjaga diri dari dosa.
Surat Yusuf diawali dengan kalimat yang lembut:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ
Kami ceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (ayat 3)
Surat Yusuf turun setelah Nabi Muhammad kehilangan istri tercinta Khadijah, paman yang melindunginya Abu Thalib, dan menghadapi dakwah yang makin berat. Dalam sirah, masa itu dikenal sebagai ‘aamul huzni, tahun kesedihan.
Saat Nabi sedang rapuh sebagai manusia, Allah menghibur Nabi dengan kisah terbaik.
Surat yang dikategorikan Makkiyah ini turun pada fase akhir dakwah di Makkah, sekitar 10 sd 13 tahun setelah kenabian.
Surat Yusuf berisi cerita lengkap tentang seorang anak yang dicemburui, dibuang ke sumur, dijual sebagai budak, digoda, difitnah, dipenjara, dilupakan, lalu dimuliakan sedikit demi sedikit, sampai akhirnya memaafkan semua yang pernah menyakitinya.
Allah seakan sedang berkata kepada Nabi yang sedang bersedih,
engkau tidak sendiri. Journey dakwah masih panjang. Ditolak bukan tanda ditinggalkan. Kadang justru tanda sedang disiapkan sesuatu yang lebih besar.
Surat ini bukan hanya tentang kisah Nabi Yusuf. Tentang motivasi untuk bangkit kembali.
Wallahu a’lam.



