28 Maret, Juz 28
Bismillah.
Kakak (panggilan untuk anak pertamaku), ini fase hidup yang sangat menentukan buatmu. Masa transisi dari dunia kampus menuju dunia nyata, tempat banyak orang mulai sibuk mengejar hasil, tapi tidak semuanya tahu arah.
Karena itu, Ayah ingin berbagi sesuatu yang bukan hanya relevan untuk hari ini, tapi akan menentukan masa depanmu selamanya.
Kakak, ada 3 tulisan, hari ini, besok, dan lusa, semuanya berkaitan dengan business proposal. Hari ini kita bahas operasional, besok governance, lusa result atau outcomenya.
Tiga hal ini Ayah sarikan dari firman Allah SWT di Juz 28, 29, dan 30. Singkatnya, ini bukan sekadar bisnis, tapi sebuah skema dengan keuntungan tanpa batas dan risiko nol. Jadi better kamu pelajari pelan-pelan, tapi serius.
Kita mulai dari fase operasional hari ini. Ayah akan jelaskan what, why, dan how sampai SOP-nya.
Business Background.
Kakak, Ayah lihat di akhir masa kuliah, kamu sudah belajar dengan sangat giat bahkan sampai menang Award IISMA. Ayah sangat bangga dan bersyukur.
Sekarang kamu menjalani kuliah dan tugas, magang, mencari peluang, mengambil proyek, dan sudah bisa menghasilkan tambahan uang jajan. Semua itu bentuk bisnis dunia. Ada modal, ada usaha, ada risiko, dan ada harapan hasil. Tapi satu hal yang sama, tidak ada yang benar-benar pasti.
Karena itu Ayah ingin menawarkan satu bisnis paralel yang bisa berjalan bersamaan dengan semua aktivitasmu. Bisnis ini bukan cuma pasti untung, tapi akan membuat kamu benar-benar menang dan bahagia. Dalam Al Quran disebut falah, kemenangan yang utuh, bukan hanya materi tapi juga ketenangan. Kata falah sering kamu dengar di setiap adzan dan iqomah.
Peluang Investasinya.
Allah sendiri yang menawarkan bisnis ini secara langsung. Di dalam Al Quran Surah As Saff ayat 10 sampai 11, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Yaa ayyuhalladziina aamanuu hal adullukum ‘alaa tijaaratin tunjiikum min ‘adzaabin aliim. Tu’minuuna billaahi wa rasuulihii wa tujaahiduuna fii sabiilillaahi bi amwaalikum wa anfusikum dzaalikum khairullakum in kuntum ta’lamuun.
Wahai orang-orang yang beriman, maukah Aku tunjukkan kepada kalian suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari azab yang pedih. Yaitu kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.
Coba dianalisis model bisnisnya, Kak. Yang menarik, Allah tidak menggunakan kata ibadah, tapi memakai kata tijarah yang berarti perniagaan. Artinya ini bukan konsep abstrak, tapi sistem yang nyata, terstruktur, dan bisa dijalankan.
Dalam skema ini, modalnya bukan hanya waktu dan tenaga, tapi iman. Aktivitasnya bukan hanya kerja dan belajar, tapi setiap usaha yang diniatkan karena Allah. Hasilnya bukan sekadar gaji atau pengalaman, tapi keselamatan hidup dan kebahagiaan yang tidak putus.
Dan ini yang paling menarik, jaminan keuntungan tanpa risiko. Di bisnis dunia, semakin besar potensi untung, biasanya semakin besar juga risikonya. Bisa gagal, bisa rugi, bahkan bangkrut. Tapi di bisnis ini, keuntungannya tidak terbatas dan risikonya nol. Allah sendiri yang memberi jaminan.
Dalam Surah Fathir ayat 29 Allah menegaskan:
يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah rugi.
Ini bukan janji manusia. Ini janji dari Allah yang tidak pernah ingkar.
Lalu bagaimana cara menjalankannya? Percaya Ayah, ini tidak sulit asal kamu mau memulai dan konsisten.
Langkah pertama, perbaiki niat di awal. Mulai hari ini, sebelum aktivitas dimulai, ambil satu menit untuk meniatkan semua lelah sebagai ibadah mencari rida Allah. Dengan ini, seluruh aktivitas berubah jadi bagian dari bisnis langit.
Langkah kedua, jaga aturan main. Kerjakan semua tugas dengan standar terbaik, jujur, dan tidak curang. Jangan sampai kesibukan membuat shalat tertunda. Anggap shalat sebagai reporting kepada Pemilik Modal.
Langkah ketiga, bagikan dividen. Setiap ada pemasukan, biasakan bersedekah. Setiap ada ilmu, bagikan. Ini cara memperbesar keberkahan tanpa menambah risiko.
Langkah keempat, lakukan evaluasi harian. Sebelum tidur, cek kembali hari ini, apa yang bernilai dan apa yang terbuang. Minta ampun dan bersyukur. Ini proses perbaikan berkelanjutan.
Ayah titip satu hal, Kak. Jangan hanya membangun CV dan profil LinkedIn, tapi bangun juga catatan amal. Karena CV dibaca manusia, tapi catatan amal menentukan masa depan abadi.
Mulai malam ini, ambil satu langkah kecil. Perbaiki niat sebelum tidur dan sebelum memulai aktivitas besok. Dari situ semuanya akan berkembang. Nanti kita belajar melangkah dengan lebih lebar.
Persiapkan dirimu, karena besok kita akan masuk ke fase berikutnya, bagaimana semua ini diaudit dalam sistem governance langit di Juz 29.
Selamat memulai bisnis terbaik dalam hidupmu, Kak. Ayah selalu mendoakan setiap langkahmu, tak putus-putus, tak putus-putus.
Wallahu a’lam.


